Fanfiction · Fiksi

ChangE’s clips : Latihan

“Hari ini Masked Crew latihan di lapangan!”

“Beneran?! Siapa yang bilang?!”

“Ada pengumuman di mading! Gue mau liat Kak Wei!!!”

‘Berisik!’

Kau hanya menggerutu dalam hati. Kumpulan gadis-gadis itu terlalu bersemangat di matamu, sampai-sampai konsentrasimu untuk menghafalkan sebait lagu menjadi sepenuhnya buyar. Kalau bukan karena kau ingin bersikap sebagai orang baik, mungkin kau telah membentak mereka satu persatu.

Ah, tentu saja tak sejahat itu. 

Kau hanya akan menegur, itu saja. 

“Selamat pagi Eunha!”

Salam penuh semangat dari laki-laki tengil di depanmu setidaknya menyelamatkanmu dari rutukan tiada akhir. Setidaknya kau tahu dia tak akan ikut heboh hanya karena klub dance super terkenal itu. Dia kan laki-laki. 

“Pagi juga Jungkook!”

“Udah denger hari ini Masked Crew latihan di lapangan indoor?”

Sialan. 

“Kalo mo ikut heboh di sana sekalian, jangan deket-deket sini,” tegasmu. 

Jungkook meringis. Kalau bukan karena Jungkook sempat jadi rekan satu kelompokmu di masa orientasi lalu, mungkin kau benar-benar memukulnya. Persetan status Jungkook sebagai murid terpopuler, yang jelas di matamu ia tetap bocah tengil penuh keusilan. 

Hari ini adalah hari sabtu dan di sekolahmu menjadikan hari sabtu sebagai hari ekstra. Kegiatan klub terpusat di hari sabtu, bahkan setiap klub punya jadwal tersendiri sehingga setiap murid bisa mengikuti kegiatan klub yang berbeda dalam sehari. Yah walaupun hanya segelintir saja yang tergabung dalam banyak klub. 

Contoh paling jelas adalah Jungkook. Kelas pertamanya untuk klub paduan suara, selanjutnya klub masak, baru kelas terakhir klub tari tradisional. Bocah itu menjelaskan rincian jadwalnya dengah penuh semangat kemarin. 

“Pagi semua!”

Morning guys!

Teeettt! Teeettt! 

Kedatangan Junhoe dan Rose yang disusul dering bel masuk membuatmu hanya bisa menarik napas penuh kepasrahan. Walaupun tak berhasil menghafalkan bait Hymne a L’amour, lagu Perancis yang akan menjadi objek latihan paduan suara pagi ini, setidaknya kau bisa lepas dari jeritan-jeritan berlebihan penggemar Masked Crew yang mengelilinginya. Kau langsung berdiri dan berlari menggaet lengan Rose. 

“Langsung ke studio aja yuk!”

~

Latihan berjalan cukup lancar, walaupun kau gagal masuk tim utama untuk lomba paduan suara 2 bulan lagi. Setidaknya kau masih boleh ikut serta menjadi anggota cadangan.  

Yah, walaupun kau tak bisa pura-pura tak kecewa. Rose, Junhoe, bahkan Jungkook berhasil jadi tim utama. Kalian berempat kini duduk berhadapan di kantin dan kau satu-satunya yang tak ceria. 

“Aku sedih nih kalo kamu cemberut,” Rose menggembungkan pipinya di depanmu. Kau tersenyum kecut. 

“Ya tapi emang gak seru sih, kita berempat kan dari orientasi barengan terus, aneh rasanya kalo tiba-tiba begini,” timpal Junhoe sambil menyendok kuah supnya. Jungkook justru menggeleng. 

“Bareng kok kita, kan lo masih jadi cadangan kan? Masih bareng lah… AW! SAKIT!”

“Perjelas aja terus! Gemes gue! Cuma tutup botol aja lebay lu!” 

Jungkook mengusap keningnya dengan wajah takut-takut. Junhoe dan Rose hanya tertawa melihat ulah kalian berdua. Puluhan tatap mata yang mendadak tertuju pada kalian tak lantas membuatmu risih. Santai saja kau lahap pir kukus yang kau bawa. 

Dasar sadis. 

“Ah, ini yang kemaren you talked about ya? You really made it yourself?

Rose mencoba menusuk pir kukusmu dengan garpu, kemudian dahinya mengernyit sampai kau, Jungkook, dan Junhoe tak bisa menahan diri untuk tak tertawa. Rose memang baru saja pindah dari Australia di awal tahun pelajaran lalu sehingga pir kukus masih aneh di matanya. 

Ah, bicara tentang pir kukus, kau jadi mengingat Changhyun. Minggu lalu ia mencicipi pir kukusmu dan langsung meminta untuk dibuatkan tanpa tedeng aling-aling. Kau masih mengingat wajahnya yang penuh binar waktu menikmati bekal sederhana milikmu. Bahkan kau sempat tak percaya ia adalah seniormu saking cerianya ia saat itu.

Kali ini pun kau benar-benar membawakan pir kukus untuknya walaupun kau tak yakin Changhyun akan ikut latihan. Kemarin kau tak sengaja berpapasan dengannya dan kruk lengan itu masih ada. Anggaplah kau hanya ingin menepati janji. 

Tapi mengingat hiruk pikuk penggemar Masked Crew pagi tadi membuatmu ragu untuk sekedar menyaksikan latihan mereka. Kau tak yakin kau akan betah menyaksikan mereka. 

Lagipula apa indahnya Masked Crew? Mereka hanya gerombolan penari yang selalu memakai topeng dan kostum dengan nama panggung di punggungnya. Lebih baik paduan suara, iya kan? 

“Waaa pir kukus!”

Kau mengenal suara itu. 

“Kak Bitto?”

“Oh, hai! Kalian temennya Eunha ya? Udah nyoba pir kukusnya? Enak loh, seriusan! Lo bawain buat gue juga kan?”

Dan yang terkejut bukan cuma Jungkook. Seisi kantin kembali menatapmu, hanya saja kali ini ada gerombolan-gerombolan wanita yang menatapmu penuh rasa iri. Hah, kenapa ada Changhyun di sini? 

“Ha? Bawain? Eung… Nggak tuh, kirain Kak Changhyun becanda doang, jadinya aku cuma bikin seporsi,” 

Bohong. 

Habiskan sendiri pir kukus di loker barangmu! 

“Ah elu, serius lah gue. Minggu depan bikinin beneran ya? Gue geraknya dikit juga hari ini, masih pake kruk, jadi dioper minggu depan aja requestnya,”

Sialnya Changhyun justru kini memintamu untuk membawakannya pir kukus di depan manusia-manusia penggemarnya. Habislah ketenangan hidupmu dari gosip-gosip murahan penuh bumbu tak jelas. Kau juga sudah membayangkan kehebohan Jungkook yang akan menanyaimu macam-macam. 

“Kalo inget ya, Kak,”

“Tenang, Jumat depan gue ke kelas lo, request langsung,”

Boom! Headshot! 

“Gue ke lapangan dulu ya, prepare buat latihan ntar. Jangan lupa nonton, udah nggak ngapa-ngapain kan? Bye bye!”

Dan setelah menimbulkan sumber gosip baru seenaknya, Changhyun langsung melambaikan tangan padamu dan melenggang keluar. Tak lupa diiringi tatap penuh tanda tanya seisi kantin. Teman seangkatanmu terlihat iri sementara seniormu menatap garang. 

Is that Kak Bitto? Kok kenal kamu kenal?” 

Kau baru saja akan membuka mulut sebelum tiba-tiba Changhyun kembali muncul di pintu kantin. 

“Eunha, ulang tahunmu kapan?”

“Rabu depan Kak! Gabung aja, ntar makan-makan di cafe depan sekolah! Aaaa!!! Eunha galak!!!”

Entah sejak kapan kau berlari mengejar Jungkook yang mulutnya tak pernah bisa diandalkan. Kau sempat melihat Changhyun melambaikan tangannya (lagi) sebelum akhirnya benar-benar pergi dari kantin. Mungkin kalau kondisinya normal kau akan balas melambaikan tangan kemudian melanjutkan obrolan ringan bersama Junhoe dan Rose. 

Jungkook? 

Dia tak perlu dihitung. Didiamkan pun mulutnya tetap berkicau tanpa henti. 

“Jeon Jungkook rombeng!!!”
~DONE~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s