Cerpen · Fiksi

Rindu

“Kak! Keren banget diaaaa!!!”

Aku asal tertawa saja melihat adik sepupuku histeris. Kami tak sengaja melewati pentas kecil-kecilan lima menit lalu. Tak sengaja juga berhenti karena aku ingin membeli minuman. Tiba-tiba pembawa acara menyebutkan nama bintang tamu dan adikku mendadak heboh. 

Itu penyanyi favoritnya. 

Aku menurutinya yang ingin menonton walau hanya lewat pagar pembatas. Ia baru di kota ini, tak ada salahnya aku iyakan. Toh memang niat malam ini hanya berjalan-jalan asal. 

Adikku masih menonton dengan setia saat aku kembali. Aku memilih menghabiskan minumanku di pinggir jalan tadi. Si penyanyi masih menyanyikan lagu-lagu yang tak terlalu familiar di telingaku. 

Tak apa, aku hanya menemani adikku saja. 

“Eh?” 

“Kenapa?” tanyaku saat mendengarnya berceletuk. Ia menggeleng pelan. 

“Ini lagunya Papa sama Mama…” jawabnya. 

Mimik wajahnya sedikit sedih, tapi kemudian tersenyum lagi dan ikut bernyanyi. Aku pun mencoba mendengarkan dan ternyata aku mengenal lagu ini. 

Tak Bisa ke Lain Hati milik Kla Project. 

Ku tatap lagi adikku yang tak melepaskan pandangannya dari penyanyi pria itu. Ia boleh terlihat biasa saja, tapi aku tahu jelas ia menyimpan rindu untuk ibunya. 

Ibunya telah tiada empat bulan yang lalu. 

~DONE~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s