Cerpen · Fiksi

Club

Aku tersenyum sambil menaruh ponselku di atas meja. Taya sempat melirikku sejenak lalu kembali sibuk dengan kertas-kertas berisi pesanan para pelanggan toko onlinenya. Aku tak peduli dan kembali melanjutkan kegiatanku sebelum tersenyum, mengerjakan laporan. 

Tapi sepertinya Taya peduli. 

Lanjutkan membaca “Club”

Iklan
Cerpen · Fiksi

Sama

Aku sedikit tergesa-gesa merapikan lembaran catatanku yang jatuh. Beruntung kelas sudah berakhir dan tak ada yang memakai kelas ini untuk kuliah setelah kami, jadi aku tak perlu sungkan berlama-lama. Repot juga, mengingat ini catatanku sejak awal semester dan minggu depan sudah ujian akhir. Sia-sia kalau aku kehilangan beberapa lembar di antaranya.

“Eh ngapain kamu?”

Aku mendongak. Taya menatapku penasaran, kemudian langsung ikut membantuku merapikan kertas-kertasku.

Aku tak perlu menjawabnya.

“Makanya hati-hati, repot sendiri kan jadinya…” omel Taya.

“Berisik ih,”

“Ai!”

Aku menoleh lagi padanya dan ia terlihat berbinar. Jelas aku mengernyit, tak paham maksudnya.

“Baju kita kembar! Couple nih kita!”

“Iya, kita couple hari ini,”

Asal saja aku menanggapi. Taya terlihat girang. Aku sendiri tak menyangka kemeja terakhirku di lemari justru membuat kami berakhir seperti pasangan. Aku juga tak menyangka ia segembira ini.

“Kalo gitu besok aku bakal ngasih tau warna bajuku ke kamu!”

“Ngapain?” tanyaku balik.

“Biar kembar!”

“Terus?”

“Jadi couple tiap hari!”

~DONE~