Cerpen · Fiksi

Festival

Kampus terlihat lebih ramai hari ini. Berbagai spanduk bertuliskan selamat tersebar di mana-mana. Orang-orangnya pun terlihat lebih berwarna. Mereka memakai pakaian adat sesuai asal daerah masing-masing. Tak ada yang bermuka masam. Semua ceria walaupun beberapa perempuan rikuh untuk berjalan dengan kain panjang yang melilit tubuhnya. 

Lanjutkan membaca “Festival”

Iklan
Cerpen · Fiksi

Stay

Aku terburu-buru memasuki gedung dengan baju sedikit berantakan. Aku baru mendapatkan informasi lokasi pernikahannya lima menit yang lalu, sekaligus informasi lain bahwa pesta akan berakhir setengah jam lagi. Aku sudah merencanakan hal ini dari dulu, tentu saja aku tak mau melewatkannya. 

“Silakan isi buku tamunya dulu,” sapa salah satu penjaga buku tamu. Aku melambaikan tangan.

Lanjutkan membaca “Stay”

Cerpen · Fiksi

Temani

Kami tengah duduk beramai-ramai di depan tungku dadakan yang mengepulkan asap. Aku paling depan mengipasi bara agar terus merekah. Ai berada di sampingku sambil memegang ponselnya sementara yang lain hanya ikut berkelakar. Kami butuh flashlight dari ponsel Ai karena aksi memanggang kami tak mungkin sukses tanpa cahaya. 

Ai menjadi pusat perhatian kami. Entah kenapa malam ini ia begitu ceria. Semangat sekali ia bercerita ini dan itu. Tak lupa dengan penekanannya di segala sudut cerita. 

Lanjutkan membaca “Temani”