Cerpen · Fiksi

Pulas

Suasana kelas berangsur sepi sejak Pak Roy, salah satu dosen kami, meninggalkan kelas lima menit lalu. Aku masih duduk di tempatku, masih sibuk membereskan diktat dan kertas catatan yang berceceran. Radin dan Disa juga masih duduk mengapitku. Tadinya mereka sibuk merecokiku, tapi kini mereka terfokus pada laki-laki jangkung yang duduk tepat di depan kami.

Itu Taya dan ia sudah tertidur pulas bahkan sejak kelas Pak Roy baru dimulai selama sepuluh menit. 

“Heh jelek! Bangun!”  Lanjutkan membaca “Pulas”

Iklan
Cerpen · Fiksi

Malam

Gadis itu tiba saat jam dinding telah berdentang dua belas kali. Tak ada satupun orang yang ia temui kecuali satpam yang menyambutnya di lobi. Bahkan beberapa ruangan terlihat gelap gulita. Maklum saja, jam kantor seharusnya telah usai delapan jam yang lalu. Ia juga tak akan datang kemari andai orang itu tak memintanya datang. Kakinya cepat-cepat melangkah menuju ruangan yang sangat dihapalnya. 

Dan ternyata itu satu-satunya ruangan yang masih terang benderang. 

Lanjutkan membaca “Malam”